Juragan Beras di Mojokerto Ditipu Pembeli, Pelaku Menunjukan Setoran Bank yang Ternyata Fiktif

SatreskrimPolresMojokertoKota membongkar kasuspenipuanberkedokpembelianberasviaonlineyang melibatkan sindikat antar provinsi. Pelaku membeli beras melalui group perdagangan beras di media sosial Facebook. Pelaku bertransaksi menggunakanbuktisetoranBankMandiri fiktif yang dikirim ke nomor Whatsapp korban senilai Rp. 61.600.000.

Kedua pelaku bernama Efendi Setiawan (69) warga Jalan Gang Swadaya I, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto dan Yansen Litupea (56) warga Perum Green Park Blok H Nomor VIII, Kelurahan Sekardangan, Kabupaten Sidoarjo. "Dua pelaku penipuan ditangkap di rumahnya masing masing dan tiga pelaku lainnya buron," ujar Kasat Reskrim Polres Mojokerto KotaAKPSodikEfendi, Senin (22/6/2020). Ia mengatakan komplotan pelaku ini selalu berkelompok saat beraksi melakukan penipuan.

Pelaku Heru Hardianto (Buron) menghubungi korban Lilik Widianto pemilik UD Sumber Tani Desa Kramat, Kecamatan/ Kabupaten Lamongan melalui Group Facebook perdagangan beras yang dilanjutkan berkomunikasi via Whatsapp. Pelaku Heru mengubungi korban via telepon memesan 7 ton beras pada Senin (15/5/2020). Kemudian, korban mengirim beras sesuai pesanan pelaku beras 7 ton senilai Rp 61,6 juta di Ruko Terminal Kertajaya Mojokerto, pada Senin 18 Mei 2020 pukul 13.00 WIB.

Disaat bersamaan pelaku menyampaikan bahwa beras yang dikirim akan diterima oleh pelaku Efendi yang mengaku sebagai Wawan sekaligus mengirim bukti tanda setoran dari bank. "Pelaku Heru memberikan bukti setor atau slip pembayaran via Bank Mandiri (Fiktif, Red) senilai Rp.61.600.000 yang dikirim kepada korban melalui Whatsapp," ungkapnya. Masih kata Sodik, korban tidak curiga melakukan bongkar muatan beras di lokasi kejadian.

Korban baru sadar telah ditipu saat melakukan pengecekan di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bahwa saldo yang bersangkutan tidak bertambah sesuai nominal dari penjualan beras tersebut. Setelah itu, korban kembali ke tempat bongkar muatan ternyata pelaku telah meninggalkan lokasi kejadian. Korban melaporkan kejadian penipuan ini ke Polres Mojokerto Kota.

"Korban menyadari bahwa bukti setor yang dikirim pelaku ternyata diduga palsu karena saldo tidak bertambah," jelasnya. Dikatakannya, dari keterangan pelaku Yansen menjual beras hasil kejahatan penipuan ke Jakarta lebih murah dari harga pasar yaitu 7 ton beras senilai Rp. 40 juta. Uang hasil penjualan itu dibagi merata dengan pelaku lainnya.

"Pelaku Yansen berperan sebagai penerima dan penjual beras serta membagi uang hasil kejahatan," terangnya. Ditambahkannya, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu Flasdish yang berisi rekaman video bongkar muatan di Ruko Terminal Kertajaya Kota Mojokerto. Satu lembar faktur UD Sumber Tani Lamongan atas nama korban bagian penjualan dan satu lembar kwitansi pembelian beras senilai Rp 61,6 juta atas nama Wawan alias pelaku Efendi.

"Komplotan pelaku seringkali melakukan kejahatan penipuan dengan modus yang sama di wilayah Gresik dan Malang," tandasnya.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *